Pencarian
Banner
wikipedia Indonesia
Statistik

Total Hits : 921516
Pengunjung : 278656
Hari ini : 14
Hits hari ini : 176
Member Online : 1
IP : 216.73.216.126
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla
:: Kontak Admin ::

alanrm82    
Agenda
02 January 2026
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7

SEMARAK HARI BATIK NASIONAL DI SMA NEGERI 11 SEMARANG

Tanggal : 06-10-2020 07:08, dibaca 1170 kali.

SEMARAK HARI BATIK NASIONAL DI SMA NEGERI 11 SEMARANG

Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO. Pandemi bukanlan penghalang untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober. Pada tanggal ini, beragam lapisan masyarakat disarankan untuk mengenakan batik.

Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia internasional oleh Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi PBB.Batik Indonesia didaftarkan untuk mendapat status intangible cultural heritage (ICH) melalui kantor UNESCO di Jakarta oleh kantor Menko Kesejahteraan Rakyat mewakili pemerintah dan komunitas batik Indonesia, pada 4 September 2008.Pengajuan itu pun membuahkan hasil bagi pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.Pada 9 Januari 2009, pengajuan batik untuk Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO diterima secara resmi. Badan PBB untuk kebudayaan atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, (UNESCO) kemudian menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.

Pengertian batik adalah kain yang dilukis dengan cairan lilin malam menggunakan alat bernama canting sehingga di atas kain tersebut terdapat lukisan bernilai seni tinggi. Secara terminologi dan etimologinya, batik berasal dari bahasa Jawa yaitu dari kata “mbat” (melempar) dan “titik”, yang berarti melempar titik berkali-kali pada kain. Sederhananya batik merupakan seni dalam menghias kain dengan penutup lilin untuk membentuk corak hiasan tertentu serta membentuk sebuah bidang pewarnaan. Batik sudah ada sejak zaman Majapahit dan tetap dipertahankan dalam lingkungan tembok keraton dan dijadikan bawahan untuks pakaian laki-laki dan perempuan waktu itu.

 Jenis batik secara umum terbagi meliputi batik pesisir, batik pedalaman, dan batik kontemporer/modern. Batik Pesisir, misalnya batik yang berasal dari Lasem, Cirebon, Pekalongan, dan Semarang. Jenis batik Pedalaman/Keraton yaitu yang berasal dari Solo dan Yogyakarta. Batik Kontemporer/modern bisa kita lihat dalam bentuk batik Fragtal dan batik lukis. Kota Semarang juga memiliki batik klasik yang berupa batik Salur Asem, Peterongan, Blekok, Srondol, sedangkan untuk batik Kontemporer yaitu berupa batik Tugu Muda dan Lawang Sewu. Kehadiran batik di kota Semarang berkembang pesat pada abad ke -18, seiring dengan semakin banyaknya penduduk dari kawasan Lasem dan Rembang yang menetap di Semarang untuk berdagang dan turut memperkenalkan tradisi membatik dari kampung halaman mereka di Kota Semarang. Uniknya, motif batik yang dikembangkan lebih memiliki motif hias baru bercirikan Semarangan yang berbeda motifnya dengan motif pesisiran Lasem yang kental akan unsur Tionghoa pesisiran. Perkembangan batik Semarang sempat tenggelam ketika Jepang membakar habis kawasan kampung batik lama yang letaknya tidak jauh dari Bubakan Johar pada tahun 1943 dengan alasan banyak anggota Sarekat Dagang Islam yang tinggal di sana dan berambisi untuk melakukan pemberontakan kepada tentara Jepang. Akan tetapi, setelah mati suri begitu lama, kehadiran batik Semarangan kembali eksis pada tahun 2006, seiring dengan penciptaan program kampung tematik yang digagas oleh Pemerintah Kota Semarang kala itu, dan menetapkan pula kawasan kampung kuno Bubakan sebagai kawasan kampung tematik batik Semarangan yang gaungnya dikenal hingga ke tingkat nasional sampai saat ini.

Perkembangan pembuatan Batik Semarangan di lingkungan SMAN 11 Semarang muncul seiring dengan digelorakannya semangat pembelajaran kewirausahaan di kalangan siswa SMA melalui keberadaan mata pelajaran Kewirausahaan (KWU) yang banyak mencetak berbagai kegiatan kewirausahaan kreatif, yang salah satunya adalah program kegiatan membatik.    Batik menjadi unggulan SMA Negeri 11 Semarang. Kegiatan membatik yang dilakukan di SMA NEgeri 11 Semarang, memiliki keunikan tersendiri karena lebih banyak memanfaatkan kekayaan alam di sekitar sekolah sebagai sumber daya utama pembuatan batik, diantaranya memanfaatkan dedaunan dan akar-akar ranting di sekitar lingkungan sekolah sebagai bahan baku utama pewarnaan batik. Selain itu, motif-motif batik yang dikembangkan juga diambil dari motif-motif Semarangan klasik yang dipadukan dengan ragam motif baru hasil kreativitas siswa. Dalam mendukung pembelajaran membatik, berbagai event yang terkait kewirausahaan membatik juga kerap digelar, terutama pada puncak peringatan hari batik di tanggal 2 Oktober, beberapa kegiatan tersebut diantaranya  Lomba desain batik Semarangan di dalam lingkup sekolah untuk membuat desain seragam siswa baru, Lomba desain motif batik modern di UDINUS (Universitas Dian Nuswantoro), Pameran gebyar karya batik siswa   di Taman Budaya Raden Saleh, dan di saat kegiatan pembagian raport siswa, kegiatan membatik bersama ratusan siswa di kampong batik Bubakan di puncak perayaan hari batik dan pengenalan keunggulan membatik kepada sekolah binaan program zonasi, program membatik dengan pewarna alam dan eco printing. Selamat Hari Batik Nasional, semoga kita bisa tetap menjaga dan melestarikan warisan budaya yang luar biasa ini.



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas