Artikel
KBM PESERTA DIDIK
Tanggal : 01-12-2022 12:32, dibaca 765 kali.Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Creative Problem Solving dan Video Reportase dalam Meningkatkan Minat Literasi Siswa Kelas XI-IPS.3 SMAN 11 Semarang
Joyce dalam Trianto berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain (2009: 5). Berdasarkan pendapat tersebut, maka guru perlu memilih model pembelajaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa dalam kelas.
Salah satu model pembelajaran inovatif adalah problem based learning (PBL). Model probem based learning (PBL) juga disebut metode pembelajaran berdasarkan masalah. Selain itu juga sering disebut dengan istilah Strategi Pembelajaran Berdasarkan Masalah (SPBM). Pada hakikatnya problem based learning merupakan metode yang diterapkan oleh guru dalam mengajar dengan melatih siswa pada suatu pemecahan masalah. Arends berpendapat bahwa “Esensi PBL berupa menyuguhkan berbagai situasi bermasalah yang autentik dan bermakna kepada siswa, yang dapat berfungsi sebagai batu loncatan untuk investigasi dan penyelidikan.” (2008: 41). Senada dengan pendapat Trianto bahwa “Pembelajaran ini (PBL) membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya” (2009: 68). Problem Based Learning membawa siswa lebih dekat dengan dunia nyata atau masalah nyata. Dengan disajikan masalah nyata, diharapkan siswa akan lebih tergugah empatinya dan motivasi belajarnya.
Model creative problem solving dapat dikatakan pembelajaran yang tercakup dalam pembelajaran konstruktivisme. Inti dari model creative problem solving adalah siswa dapat aktif dalam proses pembelajaran dengan menyelesaikan suatu permasalahan dan menyimpulkan dengan cara yang terbaik. Dasar dari masalah model creative problem solving yaitu permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Sehingga siswa akan terdorong untuk menemukan alternatif solusi dari masalah yang harus dipecahkan. Hal ini selaras dengan pendapat Noer (2009) bahwa masalah dimunculkan sedemikian hingga siswa perlu menginterpretasi masalah, mengumpulkan informasi yang diperlukan, mengevaluasi alternatif solusi, dan mempresentasikan solusinya.
Adapun keunggulan Model Creative Problem Solving Menurut Aris (2014) antara lain, (1) melatih siswa untuk mendisain suatu penemuan, (2) siswa akan lebih berpikir dan bertindak kreatif, (3) siswa dapat memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis, (4) siswa dapat mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan,dan (5) siswa dapat menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
Kaitannya dengan proses pembelajaran berbasis Creative Problem Solving (CPS), dimana siswa perlu mengumpulkan informasi dan menafsirkan masalah, maka ini berkaitan erat dengan kegiatan literasi. Permasalahan selama ini yang sering dijumpai adalah peserta didik di era sekarang lebih senang menggunakan platform-platform digital seperti Instagram, Youtube, Tik Tok dan sejenisnya hanya untuk aktivitas hiburan.
TikTok adalah salah satu platform video yang sering digunakan orang untuk merekam video mereka di ponselnya dengan durasi cukup singkat dari 15 detik sampai 1 menit dan platform ini juga menjadi aplikasi yang sedang trending saat ini. Terlebih lagi banyak orang yang sudah menggunakannya karena sangat menyenangkan sehingga TikTok mulai banyak digunakan oleh orang Indonesia. Bahkan, pada Desember 2019 Kementerian Pendidikan Indonesia telah memberikan pemikiran yang aneh yang dapat membuat orang-orang ceria dalam menghafal, lebih tepatnya menggunakan aplikasi TikTok sebagai pembelajaran di kurun waktu dunia. Ada bagian dari instruksi yang dapat dipelajari seseorang dari mempelajari informasi umum tentang sekolah atau kuliah juga ada. TikTok pun sudah biasa mengupdate fiturnya, contohnya adalah pengembangan. (Devi, Adella Aninda: 2022)
Peserta didik era sekarang belum terbiasa menggunakan platform digital untuk aktivitas literasi dan pendidikan. Dengan menggunakan CPS ini, guru mendorong siswa untuk bisa dan lebih giat lagi dalam melakukan kegiatan literasi, khususnya siswa di kelas XI IPS 3. Dalam hal ini guru merancang pembelajaran berbasis Video Reportase. Siswa satu kelas dibagi ke dalam 6 kelompok, kemudian masing-masing kelompok mendapatkan 1 kasus/ masalah dengan Tema Kesenjangan Sosial di berbagai bidang kehidupan, seperti bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang infrastruktur dan lain-lain. Masalah-masalah tersebut oleh siswa akan dikumpulkan informasinya, diinterpretasikan, didiskusikan dengan teman satu kelompok, dikumpulkan alternatif solusi, ditentukan solusi-solusi terbaik dan dipresentasikan di depan kelas. Alternatif solusi yang didapatkan kelompok dituangkan dalam bentuk Video Reportase. Video Reportase tersebut berisi ulasan singkat masalah dan alternatif solusi yang telah ditentukan kelompok. Selain dipresentasikan di depan kelas, video reportase produk kelompok juga diunggah di Tik Tok. Video dengan jumlah like terbanyak dan desain video terbaik akan mendapatkan nilai terbaik dari guru. Rangkaian kegiatan yang dilakukan peserta didik dalam proses pembelajaran CPS berbasis Video reportase tersebut, mampu meningkatkan minat literasi peserta didik, khususnya di XI IPS 3 SMAN 11 Semarang.
Penulis: Yudha Irawan, S.Pd. (Guru SMAN 11 Semarang)
Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- PROFIL SEKOLAH ADIWIYATA SMAN 11 SEMARANG
- GERAK TARI P5
- Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2020 (SMAN 11 SEMARANG).
- MENDAUR ULANG LIMBAH KERTAS
- HARI PENCANANGAN GERAKAN MENANAM SATU JUTA POHON (10 JANUARI)
Komentar :
Pengirim : Jonatan darma Widaytoni -
[jonatandarma@gmail.com] Tanggal : 07/06/2023Bismillah ya Allah semoga keterima di SMA 11 negeri |
Pengirim : Jonatan darma Widaytoni -
[jonatandarma@gmail.com] Tanggal : 07/06/2023Bismillah ya Allah semoga keterima di SMA 11 |
Kembali ke Atas

Total Hits
Hari ini
Member Online
Pengirim : Jonatan darma Widaytoni -
[jonatandarma@gmail.com] Tanggal : 07/06/2023