Artikel
“Produktifitas Guru PAI dalam Pembelajaran”
Tanggal : 09-02-2023 10:16, dibaca 687 kali.“Produktifitas Guru PAI dalam Pembelajaran”
Kunjungan Pengawas Pendidikan Agama Islam ( PAI ) pada hari Rabu, 8 februari 2023 di SMAN 11 Semarang dalam rangka pembinaan GPAI disambut langsung oleh Kepala Sekolah Ibu RR. Tri Widiastuti, S.Pd, di ruang kerjanya di damping oleh GPAI ( Maftuhin, S.Pd.I, M.Pd )
Dalam kunjungannya ( H. Muhammad Faozin, S.Pd, M.Pd, M.Ag ) selaku pengawas GPAI menyatakan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada kurikulum merdeka memiliki peran yang sangat esensial dalam menanamkan nilai sepiritual dan nilai-nilai sosial yang lebih membudaya dalam kehidupan siswa. Hal ini seiring dengan perkembangan iptek melalui digitalisasi yang sangat deras menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan.
"Guru Pendidikan Agama Islam haruslah aktif, kreatif dan produktif dalam pembelajaran agar lebih menarika bakat minat siswa dalam pengembangan diri, membangun sikap religious yang lebih membudaya. Pada umumnya siswa dalam menjalankan aktifitas ibadah contohnya sholat itu masih sebatas mengikuti aturan saja, belum tumbuh kesadaran dalam menjalankan perintah agama. Begitu pula nilai sosial siswa yang cenderung negatif pada sikap, ucapan dan perbuatan sehari-hari sehingga seringkali siswa berbicara kotor kepada temanya.
"Untuk itulah produktifitas GPAI dalam pembelajaran memiliki peran yang sangat penting terutama pada proses pendidikan agama di sekolah umum. Menurut Muhammad Faozin sekolah Negeri memiliki fasilitas yang sangat memadai yang langsung bisa dimanfaatkan dalan pembelajaran yang produktif. SMAN 11 merupkan sekolah adiwiyata mandiri yang sangat produktif dalam pengembangan pendidikan berwawasan lingkungan. Begitulah pernyataan Ibu RR. Tri Widiyastuti selaku Kepala sekolah
Guru PAI memiliki kesempatan yang sama dalam mendukung program sekolah adwiyata terutama pembelajaran PAI yang berbasis lingkungan sesuai dengan KD. Guru PAI harus mampu mengaktifkan KD untuk berkolaborasi dengan guru mata pelajaran yang lain sehingga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai dukung dalam pengembangan sekolah Adiwiyata.
"Dalam penyampaian materi pembelajaran, seorang guru PAI juga diharapkan dapat memberikan pendidikan yang menyenangkan. Peserta didik harus selalu dalam kondisi yang menyenangkan dan bahagia dalam pembelajaran. Artinya guru agama harus menerapkan nilai kebahagiaan, sehingga dengan demikian peserta didik akan merasakan nyaman dalam belajar," lanjut faozin.
Selain itu Muhammad Faozin juga menyampaikan tentang kurikulum merdeka. "Kurikulum merdeka ini lebih fleksibel. Fokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik," tuturnya.
"Pembelajaran pada kurikulum merdeka ini berbasis proyek untuk mengembangkan soft skill dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Selain itu fokus kepada materi esensial, sehingga ada waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar antara lain: literasi dan numerasi.
Fleksibilitas guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai kemampuan peserta didik," terang faozin.
"Jadi pada kurikulum merdeka ini diharapkan tidak hanya berubah di sisi hilirnya saja, tetapi harus berpijak pada esensinya/hulunya," pungkas Faozin.
Tetap sehat dan semangat
SMAN 11 Tangguh Adiwiyata Teduh
Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- PROFIL SEKOLAH ADIWIYATA SMAN 11 SEMARANG
- GERAK TARI P5
- Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2020 (SMAN 11 SEMARANG).
- MENDAUR ULANG LIMBAH KERTAS
- HARI PENCANANGAN GERAKAN MENANAM SATU JUTA POHON (10 JANUARI)
Komentar :
Kembali ke Atas

Total Hits
Hari ini
Member Online