Pencarian
Banner
wikipedia Indonesia
Statistik

Total Hits : 921417
Pengunjung : 278648
Hari ini : 6
Hits hari ini : 77
Member Online : 1
IP : 216.73.216.126
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla
:: Kontak Admin ::

alanrm82    
Agenda
02 January 2026
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7

“Produktifitas Guru PAI dalam Pembelajaran”

Tanggal : 09-02-2023 10:16, dibaca 687 kali.

“Produktifitas Guru PAI dalam Pembelajaran”

Kunjungan Pengawas Pendidikan Agama Islam ( PAI )  pada hari Rabu, 8 februari 2023 di SMAN 11 Semarang dalam rangka pembinaan GPAI disambut langsung oleh Kepala Sekolah Ibu RR. Tri Widiastuti, S.Pd, di ruang kerjanya di damping oleh GPAI ( Maftuhin, S.Pd.I, M.Pd )

Dalam kunjungannya ( H. Muhammad Faozin, S.Pd, M.Pd, M.Ag )  selaku pengawas GPAI menyatakan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada kurikulum merdeka memiliki peran yang sangat esensial dalam menanamkan nilai sepiritual dan nilai-nilai sosial yang lebih membudaya dalam kehidupan siswa.  Hal ini seiring dengan perkembangan iptek melalui digitalisasi yang sangat deras menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan.

"Guru Pendidikan Agama Islam haruslah aktif, kreatif dan produktif dalam pembelajaran agar lebih menarika bakat minat siswa dalam pengembangan diri, membangun sikap religious yang lebih membudaya. Pada umumnya siswa dalam menjalankan aktifitas ibadah contohnya sholat itu masih sebatas mengikuti aturan saja, belum tumbuh kesadaran dalam menjalankan perintah agama. Begitu pula nilai sosial siswa yang cenderung negatif pada sikap, ucapan dan perbuatan sehari-hari sehingga seringkali siswa berbicara kotor kepada temanya.

"Untuk itulah produktifitas GPAI dalam pembelajaran memiliki peran yang sangat penting terutama pada proses pendidikan agama di sekolah umum. Menurut Muhammad Faozin sekolah Negeri memiliki fasilitas yang sangat memadai yang langsung bisa dimanfaatkan dalan pembelajaran yang produktif. SMAN 11 merupkan sekolah adiwiyata mandiri yang sangat produktif dalam pengembangan pendidikan berwawasan lingkungan. Begitulah pernyataan Ibu RR. Tri Widiyastuti selaku Kepala sekolah

Guru PAI memiliki kesempatan yang sama dalam mendukung program sekolah adwiyata terutama pembelajaran PAI yang berbasis lingkungan sesuai dengan KD. Guru PAI harus mampu mengaktifkan KD untuk berkolaborasi  dengan guru mata pelajaran yang lain sehingga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai dukung dalam pengembangan sekolah Adiwiyata.

 "Dalam penyampaian materi pembelajaran, seorang guru PAI juga diharapkan dapat memberikan pendidikan yang menyenangkan. Peserta didik harus selalu dalam kondisi yang menyenangkan dan bahagia dalam pembelajaran. Artinya guru agama harus menerapkan nilai kebahagiaan, sehingga dengan demikian peserta didik akan merasakan nyaman dalam belajar," lanjut  faozin.

Selain itu Muhammad Faozin juga menyampaikan tentang kurikulum merdeka. "Kurikulum merdeka ini lebih fleksibel. Fokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik," tuturnya.

"Pembelajaran pada kurikulum merdeka ini berbasis proyek untuk mengembangkan soft skill dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Selain itu fokus kepada materi esensial, sehingga ada waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar antara lain:  literasi dan numerasi.

Fleksibilitas guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai kemampuan peserta didik," terang faozin.

"Jadi pada kurikulum merdeka ini diharapkan tidak hanya berubah di sisi hilirnya saja, tetapi harus berpijak pada esensinya/hulunya," pungkas  Faozin.

Tetap sehat dan semangat

SMAN 11 Tangguh Adiwiyata Teduh



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas