Pencarian
Banner
wikipedia Indonesia
Statistik

Total Hits : 921386
Pengunjung : 278648
Hari ini : 6
Hits hari ini : 46
Member Online : 1
IP : 216.73.216.126
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla
:: Kontak Admin ::

alanrm82    
Agenda
02 January 2026
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7

Terampilkan Siswa Membuat Teks Anekdot Melalui Discovery Learning

Tanggal : 07-06-2023 11:38, dibaca 970 kali.

Rita Emiliya, S.Pd.

Guru Bahasa Indonesia

SMA Negeri 11 Semarang

 

Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak secara tatap muka dengan orang lain (Laksmini, 2020). Dengan menulis seseorang dapat mengungkapkan ide dan gagasannya di dalam sebuah tulisan. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang sangat sulit dan tidak banyak orang menyukai keterampilan menulis tersebut. Keterampilan menulis ini tidak akan datang secara otomatis, tetapi harus melalui latihan dan praktik yang banyak serta sering dilakukan secara teratur (Tarigan, 1994).

Pada pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia sudah semeastinya menuntut siswa untuk bisa menulis. Salah satu keterampilan menulis yang ada di dalam kurikulum merdeka adalah menulis teks anekdot. Teks anekdot merupakan teks cerita lucu dan singkat yang berguna untuk menyampaikan suatu kritik lewat sindiran lucu mengenai peristiwa yang berhubungan dengan banyak orang atau pelaku tokoh publik lainnya (Kemendikbud, 2017)

Pembelajaran menulis teks anekdot merupakan sebuah pembelajaran yang dilakasanakan pada siswa terutama di jenjang SMA kelas X semester 1. Fakta di lapangan yang dijumpai di SMA Negeri 11 Semarang terlihat bahwa kemampuan siswa ketika menulis teks anekdot masih rendah, siswa mungkin memiliki keterbatasan pengetahuan dan pengalaman dalam menulis teks anekdot, sehingga mereka memerlukan bimbingan yang lebih intensif dan pengalaman yang lebih banyak untuk menguasai keterampilan ini, kurangnya pemahaman terkait struktur dan gaya penulisan dan tentunya kurangnya kesempatan yang diberikan siswa untuk berlatih menulis teks anekdot, sehingga mereka tidak dapat mengembangkan keterampilan menulis mereka dengan baik.

Dalam upaya meningkatkan motivasi, keterampilan menulis teks anekdot serta hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, penulis mencoba menerapkan model pembelajaran Discovery Learning dengan mengaitkan pada pembelajaran berbasis proyek. Hal ini dapat membantu para siswa kelas X-2 SMA Negeri 11 Semarang tahun ajaran 2022/2023 memperoleh keterampilan menulis yang lebih baik dengan cara yang lebih terstruktur dan terarah.

Menurut Bruner (Hosnan, 2014) metode Discovery Learning yaitu metode yang bisa mendorong siswa supaya aktif dalam mengemukakan pendapatnya yang kemudian bisa ditarik pemahaman dari pengalamannya dalam belajar secara langsung. Dalam konteks menulis teks anekdot, model pembelajaran Discovery Learning dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan menulis mereka dengan cara yang lebih aktif dan berpusat pada siswa.

penulis memulai pembelajaran di kelas X dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: Pertama-tama siswa akan berhadapan dengan suatu permasalahan yang memunculkan kebingungannya, kemudian kebingungan tersebut membuat siswa mencari dan menyelidiki secara mandiri. Pada metode ini pada saat itu guru memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan pemantik kepada siswa, dan pada saat itulah terjadi diskusi antara siswa dan guru.

Guru kemudian memberikan contoh anekdot dan cara mengembangkannya menjadi sebuah paragraf agar pemahaman siswa tentang menulis teks anekdot dengan model pembelajaran Discovery Learning semakin meningkat. Guru juga memaksimalkan penggunaan media audiovisual berupa tayangan Youtube dari Stand Up Comedy. Pada tayangan Youtube tersebut didalamnya mengandung teks lelucon/humor dan kritikan terhadap pejabat negera yang akhirnya melakukan tindakan korupsi dan merugikan rakyat juga tentunya negara. Widyantara & Rasna (2020) berpendapat bahwa penggunaan media Youtube dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Media Youtube dapat menciptakan kondisi dan suasana pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan interaktif.

Kemudian siswa mencari informasi lain dari sumber yang berbeda-beda terkait konsep tentang menulis teks anekdot, menjelaskan alat-alat yang mendukung terwujudnya tulisan yang baik, seperti kalimat dan ejaan. Setelah mencari informasi siswa mendiskusikannya kembali bersama siswa lain dan guru, dan siswa menyimpulkan terhadap apa yang telah ditemukan. Pada tahap akhir, siswa diberikan tugas projek untuk bisa menulis serta terampil dalam membuat teks anekdot.

Pembelajaran materi menulis teks anekdot menggunakan model pembelajaran Discovery Learning ini terbukti bisa menjadi alternatif pembelajaran yang efektif. Dengan demikian siswa dan guru dapat melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan kondusif serta produktif. Terlebih lagi, motivasi serta hasil belajar siswa kelas X-2 SMA Negeri 11 Semarang tahun ajaran 2022/2023 mata pelajaran Bahasa Indonesia terutama materi menulis teks anekdot memberikan hasil yang sesuai dengan capaian pembelajaran.



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas