Pencarian
Banner
wikipedia Indonesia
Statistik

Total Hits : 921396
Pengunjung : 278648
Hari ini : 6
Hits hari ini : 56
Member Online : 1
IP : 216.73.216.126
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla
:: Kontak Admin ::

alanrm82    
Agenda
02 January 2026
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7

Project Based Learning atau PJBL

Tanggal : 07-08-2023 10:35, dibaca 404 kali.

Project Based Learning atau PJBL adalah pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proyek-proyek nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari atau bidang studi tertentu. Dalam konteks PJBL, siswa terlibat secara aktif dalam proyek-proyek autentik yang melibatkan eksplorasi, refleksi, dan pembelajaran kolaboratif. Melalui pengalaman langsung ini, siswa dapat membangun pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang lebih baik dalam konteks pengembangan pribadi dan karir. Teori konstruktivisme mendukung penerapan PJBL dalam layanan BK karena memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri tentang diri mereka dan tujuan hidup mereka (Jonassen, D. H.,1999). Dalam konteks Bimbingan dan Konseling (BK), PJBL dapat menjadi alat efektif untuk menciptakan layanan klasikal yang mendukung diferensiasi siswa, hal ini telah dilaksanakan oleh penulis di kelas 12 MIPA 6 SMA Negeri 11 Semarang.

Pada bulan September 2022, pemerintah memutuskan mengubah sistem penerimaan mahasiswa baru dari SNMPTN/SBMPTN menjadi SNBP/SNBT. Perubahan yang cukup mendadak diduga menimbulkan banyak kebingungan pada siswa sehingga penulis sebagai guru BK memutuskan melakukan prevensi dengan secara intensif melakukan layanan klasikal tentang perubahan sistem tersebut. Agar layanan klasikal dapat lebih tepat sasaran dan mendukung kebutuhan dan cara penerimaan informasi siswa yang berbeda-beda, penulis memutuskan menerapkan PJBL dalam memberikan materi layanan. Setiap siswa memiliki gaya belajar, minat, dan kebutuhan yang berbeda. Penerapan PJBL dalam layanan BK dapat mendukung diferensiasi siswa dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengeksplorasi topik yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Dengan memberikan proyek-proyek yang relevan dan menantang, siswa dapat mengembangkan keahlian, minat, dan tujuan mereka dengan cara yang sesuai dengan keunikan individu mereka. Teori diferensiasi menggarisbawahi pentingnya penerapan PJBL dalam layanan BK sebagai sarana untuk menghormati perbedaan siswa dan memfasilitasi pengembangan pribadi yang beragam

(Tomlinson, 2003).

Proyek yang dirancang dalam PJBL difokuskan pada perubahan sistem Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (PMB PTN) yang berimbas langsung pada siswa di kelas 12 MIPA 6. Siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan proyekproyek ini, dengan dukungan dan bimbingan dari guru BK. Proyek-proyek ini mencakup telaah pustaka dengan membaca artikel-artikel koran baik koran daring maupun koran konvensional, video-video di YouTube maupun podcast di Sportify. Siswa dapat menentukan materi proyek yang akan dilakukan dan boleh memilih apakah akan membuat poster, membuat video atau mempresentasikan langsung hasil temuan yang telah dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil tersebut. Siswa memiliki waktu 2 minggu untuk menyelesaikan proyek dan mempersiapkan presentasi hasil proyek. Sebelum proyek dimulai, penulis sebagai guru BK memastikan bahwa siswa paham tentang tugas masing-masing dalam kelompok dan apa yang harus dilakukan, serta tujuan dari proyek yang dilaksanakan. Penulis juga mensenjatai siswa dengan artikel, koran maupun video yang dibutuhkan siswa, tentu siswa tetap diperkenankan mencari sendiri sumber-sumber lain yang dibutuhkan. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PJBL dalam layanan klasikal BK di Kelas 12 MIPA 6 SMA Negeri 11 Semarang memberikan dampak positif yang signifikan. Siswa menunjukkan peningkatan motivasi dan keterlibatan dalam pembelajaran, karena mereka merasa terlibat dalam proyek-proyek yang relevan dan bermakna. Dalam presentasi, siswa terlihat lebih antusias dan melalui evaluasi proses dan refleksi, testimoni siswa menunjukkan bahwa siswa lebih memahami tentang perubahan sistem PMB PTN.

Secara singkat dapat disimpulkan bahwa PJBL dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang efektif dalam menciptakan layanan klasikal BK yang mendukung diferensiasi siswa di Kelas 12 MIPA 6 SMA Negeri 11 Semarang. Implementasi PJBL dalam konteks BK membantu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa. Hal ini menunjukkan potensi PJBL sebagai metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan layanan klasikal BK yang berfokus pada keberagaman siswa.



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas